Minggu, 07 Oktober 2012

Something Forgotten


I almost throw away this picture if i didn't looking up inside my notebook, 
and realize that i ever made a folder about my journey to Jogjakarta. 
It was 17 months ago, when my senior high school oblige to each students for join in trip. Literally, this is a routine event in my school for all eleven grade students.This picture was taken by my pocket camera without any editing. 
I'm proud enough with the result, though the resolution isn't as good as dslr camera.
 
on the way to Jogja :)

i thought this picture was broken, because i took this on the bus
when we were going to Grojogan Sewu.
trust me, it's not part of our visiting. it's located behind a restaurant.
and i took this picture because i like the romantic panorama ♥

well~ i miss this place
 
Batik Tulis has a wonderful design. and believe me, he only used a pencil for drawing!
 



anyway, i'm proud to be Indonesian :)


it places in front of Prambanan Temple. Sendratari Ramayana, is one of much reason to each people come here.
i  love the opening, because you can hear clearly what was the singer sung.
even though she sing the song in Javanese language, don't worry.
somebody near the entrance will give you the translation text.

there are 2 Abdi Dalem between us :)
last visit, Borobudur Temple!
panorama from the top of Borobudur Temple, so beauty ain't it?


This is a very fun trip. I enjoyed every part of my journey and i thank to God, 
for already show me this picture. If He didn't, i had move all to the trash.

• 愛でジョグジャカルタから• 
 

Sabtu, 22 September 2012

UNO #1

Dear Problem,



Semua orang pasti punya masalah. Nggak muda nggak tua, nggak cantik nggak jelek, nggak cowok nggak cewek, bahkan transgender sekalipun, pasti pernah menghadapi banyak masalah dalam hidup mereka. Hanya saja, masalah yang dihadapi tiap orang pasti berbeda dan dengan kadar yang berbeda pula.
Lo mungkin lagi menghadapi masalah sekarang. Dan gimana perasaan lo? Stres? Kesel? Atau justru lo merasa ini sebuah ujian yang dikirim Tuhan buat lo, dan lo menyanggupi itu sambil terus berdoa semoga Tuhan memberikan hadiah terindah saat lo beerhasil melewati ujian tersebut? Kalo iya, lo luar biasa mengagumkan!
Bayangin aja, ada banyak orang diluar sana yang memilih jalan pintas saat mereka dihadapkan sama masalah yang padahal, nggak sebesar masalah yang dimiliki oleh kebanyakan orang pada umumnya. Diputusin pacar misalnya, atau dipecat dari kerjaan mereka.
Hei, itu bukan akhir dari kehidupan! Saat lo dipecat dari pekerjaan lo, lo seharusnya sadar, ada banyak orang yang justru belum mendapatkan pengalaman kerja diluar sana. Bisa aja kan, Tuhan sengaja menyuruh lo keluar dari perusahaan tempat lo bekerja lantaran perusahaan itu bakalan bangkrut dalam satu tahun lagi. Who knows? Tuhan itu luar biasa. Dia tau apa yang terbaik buat lo. Termasuk saat orang yang lo sayang, entah itu orang tua, sahabat atau pacar lo, ninggalin lo satu-satu. Masih mending satu-satu. Gimana sama anak dibawah umur yang seharusnya masih dalam lindungan orang tua mereka, menghadapi sebuah bencana alam besar seperti tsunami dan semacamnya? Nggak perlu nunggu satu-satu, orang-orang yang mereka sayang secara langsung diambil sama Yang Maha Kuasa.
Masalah itu relatif, dan sadar atau nggak, masalah itu sebenernya konsekuensi dari setiap perbuatan yang lo lakuin. Hidup itu pilihan right? Dan setiap pilihan lo, menghasilkan masalah dengan kadar yang berbeda-beda.
Kalo lo merasa lo satu-satunya orang yang memiliki masalah terberat di dunia, itu tandanya lo egois. Sadar nggak sih, ada banyak orang tua yang sampai akhir masa hidupnya selalu diolok-olok orang lain lantaran mereka nggak punya rumah dan anaknya pergi ninggalin dia gitu aja. Lo juga pasti pernah liat, di belahan dunia yang lain, anak kecil hidup dengan fasilitas yang bener-bener jauh dari memadai. Dia harus pake karung goni buat nutupin badannya, dan make botol air mineral buat nutupin kakinya. Lo mungkin nggak pernah tau. Karena lo terlalu sibuk mikirin masalah lo sendiri!
Banyak orang diluar sana yang bernasib sama kayak lo. Saat lo merasa sendirian dan nggak tau harus cerita ke siapa tentang masalah lo, seharusnya lo sadar lo masih punya Tuhan sebagai tempat buat ngadu dan minta. Lo juga seharusnya ngeliat ke bawah dan bersyukur, paling ngga lo masih bisa lari ke dalem kamar, lompat ke atas kasur dan meluk guling saat lo butuh tempat buat nangis. Yang lain mungkin cuma bisa bertekuk lutut di bawah jembatan buat nutupin tangisannya. 



Hidup itu anugrah, sebenernya. Selagi lo tau kapan lo harus bersyukur atas apa yang udah lo raih selama ini. Coba liat diri lo sekarang. Lo masih bisa hidup sampai sejauh ini, melawan semua masalah lo dan ngeliat orang-orang yang lo sayang masih setia berdiri di samping lo. Itu sebuah karunia yang besar! Terus, kenapa lo harus takut saat masalah datang dan mengharuskan lo untuk bekerja berkali-kali lipat dari sebelumnya. Anggap aja itu sebuah ujian, dan Tuhan, udah nyiapin kado istimewa buat lo kalo lo berhasil meraih nilai A+ di ujian lo kali ini. Tuhan nggak kemana-mana, begitu juga dengan orang tua dan sahabat-sahabat lo. Mereka akan jadi orang yang pertama siap masang telinganya buat dengerin curhatan lo, atau nyodorin bahunya saat lo butuh tempat buat nangis. 
Masalah lo itu ringan. Asal lo menganggapnya begitu. Dan inget ya, life is like a drama. Buat diri lo sebagai pemeran utamanya dan hidup lo akan berakhir bahagia.
Guys, ada banyak hal yang seharusnya bisa lo pelajari dari setiap masalah yang lo hadapi sekarang. Dengan adanya masalah juga, lo bisa tumbuh jadi pribadi yang dewasa. Lo bisa jadi orang yang lebih cermat saat memilih pilihan yang ada di depan lo. And the more important is, you know that you have to fight through some bad days to earn the best days of your life. So, enjoy your problem and be thankful of it :)

Minggu, 09 September 2012

Review: Twilight Breaking Dawn part 2


Directed by: Bill Condon
Starring: Kristen Stewart, Robert Pattinson, Taylor Lautner, Mackenzie Foy
Writer: Stephenie Meyer 
Screenplay: Melissa Rosenberg

Oke, buat lo para pecinta Twilight yang selalu update berita tentang sekuel film ini, pastinya nggak kaget lagi pas gua nge-review Breaking Dawn part 2. Lo juga pasti tau, Breaking Dawn ini dibagi menjadi 3 part. Dan yang bakal gua posting ini, termasuk salah satu yang paling ditunggu-tunggu pecinta film di dunia.
Yang menarik dari film ini sebenernya berada di bagian sudut pandangnya. Kalo sebelum-sebelumnya adegan berlalu seperti biasa, dari sudut pandang kita sendiri sebagai penonton, di Breaking Dawn part 2 ini, sudut pandang ada dari sisi Jacob Black (Taylor Lautner).



Tapi tenang, gua nggak bakal ngomongin sudut pandang disini. Buat lo yang belum pernah baca novel Breaking Dawn sebelumnya, keep woles, gua bakal runtutin alur ceritanya sekarang.
Setelah menikah sama Robert Pattinson, ups! Edward Cullen maksud gua, Isabella Swan akhirnya melahirkan seorang bayi cantik setengah vampir yang diberi nama Renesmee. Kelahiran Renesmee sendiri membawa perubahan besar pada Bella. Setelah melahirkan bayi mungilnya, Bella akhirnya berubah menjadi vampir yang sangat kuat. Bella sempat mengamuk dan menyerang Jacob saat tahu pria itu meng-imprint Renesmee, namun Edward dan Seth berhasil menenangkannya.
Renesmee Cullen, tumbuh dengan pesat. Dalam hitungan minggu, bayi ini sudah mampu berbicara, berjalan serta berburu. Saat Bella dan Jacob membawanya berburu, seorang vampir dari klan Denali melihat Renesmee dan melihatnya sebagai immortal child. Dengan kemampuannya, Alice 'melihat' Frina mengadukan keberadaan Renesmee pada Volturi. Bagi Volturi, immortal child merupakan kejahatan besar bagi kalangan vampir. Alice menduga, hal itu akan dijadikan alasan oleh Volturi untuk datang dan menghancurkan keluarga Cullen.



Keluarga Cullen memanggil keluarga Vampir lain untuk menjadi saksi bahwa Renesmee bukanlah immortal child, melainkan manusia setengah vampir. Mereka berharap hal ini dapat membuat Volturi mengerti dan membatalkan keputusannya untuk menyerang keluarga Cullen. Namun sebagai antisipasi jika Volturi tetap berkeras melakukan konfrontasi, mereka berlatih untuk menghadapi pasukan Volturi yang terdiri atas vampir-vampir tangguh. Saat berlatih itulah Bella menyadari bahwa dia bisa menggunakan kekuatannya sebagai tameng untuk melindungi teman-temannya yang lain. 
Saat dua kubu telah saling berhadap-hadapan, Volturi akhirnya menyadari bahwa Irene telah memberikan informasi yang salah pada mereka mengenai Renesmee. Hal ini membuat Irina langsung dieksekusi saat itu juga. Namun keluarga Cullen belum bisa bernafas lega. Volturi masih belum memutuskan apakah keberadaan manusia setengah vampir bisa membahayakan kerahasiaan dunia vampir dari dari manusia atau tidak. Saat itulah muncul Alice dan Jasper membawa seorang manusia setengah vampir bernama Nahuel yang membuktikan bahwa keberadaan manusia setengah vampir tidak membahayakan dunia vampir.

Melihat bukti yang diberikan oleh Nahuel serta menyadari hebatnya kekuatan perisai yang Bella miliki, akhirnya Volturi memutuskan untuk pergi dan pertempuran besar pun akhirnya dapat dicegah.


Rincian dari ending film tersebut sengaja masih dirahasiakan. Namun kru dan para pemain mengatakan bahwa Breaking Dawn part 2 memiliki penyelesaian yang baru.
Penyelesaian tersebut sudah dibicarakan oleh Stephenie Meyer selaku penulis novel bersama Melissa Rosenberg saat makan malam. Hingga kemudian setelah berbincang serius dengan penulis skenario Breaking Dawn part 2 tersebut, mereka nyatakan bahwa ini harus terjadi.


Jadi, penasaran sama filmnya?  Tenang-tenang, nggak akan lama lagi film ini bakal ditayangin kok di bioskop kesayangan kalian. Yang penting, siapin aja budget buat nonton bareng temen-temen lo, adik lo, kakak lo, atau someone special lo.
Selamat menunggu!

Minggu, 05 Agustus 2012

PONDASI 2012: We Love Teknik Sipil


Kemarin itu, hari sabtu. Tanggal 4 Agustus 2012. Gua dihadapkan sama sebuah acara yang seriously unexpected. Sebut aja ospek. Meski secara harfiah kita nyebut ini PONDASI 2012 (Pekan Orientasi dan Sosialisasi Sipil 2012).
Acaranya sendiri dibagi jadi dua session. Tanggal 3 sama tanggal 4 Agustus. Nggak tau musti komen apa, tapi acara ini sukses bikin gua ngantuk setengah mati. Badan pegel, tulang remuk, kaki kaku, rambut berantakan (oke, hapus yang terakhir) dan intinya ini acara berhasil nguras abis tenaga gua.
hidup mahasiswa sipil!
Seperti layaknya ospek-ospek yang lain, disini juga kita perlu beradaptasi. Apalagi setelah gua tau, gua dihadapkan sama 12 orang makhluk dengan latar belakang berbeda, yang akhirnya menjadi teman seperjuangan gua selama di acara PONDASI 2012. Gua menyebut sekawanan makhluk ini, Kelompok Bangsal. Apalagi, nama ini juga sesuai sama nama kelompok kita yang dihibahkan langsung dari senior, kelompok 13. Pas!
Dan kalo dipikir-pikir, kayaknya susah ya bisa ngapalin 12 nama dan 12 karakter berbeda dalam waktu kurang dari dua hari. Apalagi ternyata setelah di telusuri, kita sendiri masih belum kenal satu sama lain. Tapi hey! Entah apa yang merasuki gua waktu itu, hebatnya gua bisa menghapal nama mereka satu persatu dalam kurun waktu kurang dari satu hari. Haha, amazing!
Sebut aja, Sandy. Ketua kelompok kita. Yang entah pemalu atau gimana, tapi paling ngga bisa diajak ngobrol kecuali kalo ditanya duluan. Terus ada Suryo sama Panji. Yang dapet satu catatan kesalahan di buku mabimnya pas hari kedua di acara PONDASI gara-gara telat 10 menit dari waktu yang ditentukan panitia. Dedy beda lagi. Cowok keturunan Jawa ini terkenal sama celetukkannya yang medok khas Pekalongan. Yang kalo dia ngomong aja, bisa bikin ketawa anak satu kelompok. Beda lagi Saiful sama Ivan. Ini anak pendiem banget. Biasa baris di bagian belakang, dan kalo ngomong selalu bisik-bisik kayak orang lagi ngedumel. Tapi setelah gua tau lebih dalam, mereka ternyata heboh juga.
Sekarang giliran yang cewek. Ada Noviera sama Juventa. Dua orang anak yang standar unexpected-nya sama kaya gua. Dan entah gimana caranya, bisa jadi temen deket gua selama diacara PONDASI 2012. Terus Dewi sama Indi. Kalem, tapi juga nggak kalah heboh. Tesya beda lagi. Gua pikir ini anak juteknya minta ampun, tapi ternyata seru abis. Terutama pas disuruh nyanyi yel-yel ke depan ratusan anak-anak yang lain. Hahaha! 

introducing, kelompok bangsal
Ada beberapa hal yang bikin gua males sama acara ini, sebenernya. Terutama di bagian materi. Lantaran embel-embel bulan puasa, acaranya jadi monoton cuma diisi sama ceramah, pidato sama monitoring. Acara yang berbobot menurut gua, paling cuma simulasi aksi, training motivasi, bengkel roadshow, sama building games. Dan yang itupun, jatah waktunya nggak sampe 15 menit -_-
Yang paling seru sih sebenernya bagian building gamesnya. Oke, simulasi aksi juga seru. Tapi karena gua nggak bisa ikut sampe akhir, lantaran sistem imun nggak mengizinkan gua untuk itu, jadilah gua cuma nontonin dari tengah acara di antara kakak-kakak medis yang baik hati dan tidak sombong itu. Mengenaskan.
let's design your construction model
Well, begini-begini. Awalnya, gua pikir senior gua terutama di sipil itu bakal ngebosenin dan nggak banget. Tapi setelah dua hari bersama... (duileeh). Akhirnya gua tau mereka nggak seburuk itu. Mereka baik-baik. Cantik-cantik. Ganteng-ganteng. Unyu-unyu. And in actually, awesomeable. Mereka bisa membaur dengan mudah sama adik-adik kelasnya, bisa dengan mudah ngajak kita untuk gabung sama mereka, dan yang pasti mereka kayak punya kharisma tersendiri untuk jadi seorang kakak sekaligus jadi senior buat adik-adiknya! (gua harap ada anak HMS yang baca ini).
kakak-kakak HMS
Pokoknya, gua nggak nyesel lah ikut acara ini. Karena ternyata, meski capek, lelah, letih, lesu, lunglai dan tak bertenaga, acara ini sukses bikin gua menyatu sama anak-anak dari prodi Teknik Sipil yang lain.
Dan yang terakhir, mari kita "Bangkit, maju, bersama teknik sipil!" Salam warga sipil, dan...

HIDUP MAHASISWA!



Selasa, 24 Juli 2012

The Awkward Documenter


Siang hari. Sekitar jam 2 lewat beberapa menit. Nggak ada kegiatan yang bener-bener bisa gua lakuin jam segini selain nyalain kompi dan duduk manis sambil buka beberapa jejaring sosial kaya Facebook atau sespesiesnya. Klik sana klik sini. Stalk sana stalk sini. Nggak tau sebenernya apa yang bisa gua dapetin dari hasil stalking hari ini.
Ngerasa nggak ada yang seru, gua buka grup ™IPA 2012™. And hey! Sesuatu yang gua tunggu-tunggu akhirnya nongol disana. Sebuah video. Bukan video sembarangan jelas. Ini video CAS hasil kerja gua beserta beberapa anak lainnya yang - kita menyebutnya - 'The Red Jackets Crew'. Agak konyol sebenernya, mengingat The Crew ini jarang ngumpul dan jarang tampil di peredaran.
Awal mula ceritanya sih gini. Di pertengahan kelas 12 emang anak-anak udah punya banyak isu buat bikin sebuah film dokumenter yang bisa dikenang khususnya bagi anak Red Jackets (sebutan buat anak IPA SMAN 97 Jakarta angkatan 2012). Tapi belum kesampean karena kita masih nggak ngerti gimana caranya dan harus bikin dengan gaya gimana?! Sampe akhirnya, sebuah insiden kecil terjadi saat kelas Bahasa Jerman.
Waktu itu, Herr Ponco nggak bawa laptop buat memenuhi keinginan anak-anak kelas 12 IPA1 yang meraung-raung minta nonton film Harry Potter and The Deathly Hallows. Dan kebetulan, Firyal yang saat itu bawa laptop ngasih pinjem laptopnya ke Herr Ponco. Bodohnya, rencana yang tadinya pengen nonton film Harry Potter malah berubah jadi nonton film ber dubbing Bahasa Jerman yang bahkan nggak ada subtitle-nya sama sekali. Bosen karena nggak ngerti, akhirnya Herr Ponco muterin video yang ada di dalem laptopnya Firyal. Main asal pencet, ternyata yang keluar video gua!
Weiiitts... Bukan B-Movie loh ya. Ini video CAS 11 IPA2 hasil bikinan gua sendiri waktu gua naik ke kelas 12. Tertarik sama karya gua, akhirnya Zahlul sama Bayu merekrut gua jadi anggota The Crew pertama. Dan nggak lama kemudian, hadirlah Maqqi, Latanza sama Nisrina yang ikut bergabung nggak lama kemudian.

Perjuangan The Red Jackets Crew ini dalam mengambil bilah demi bilah video dan foto nggak gampang loh. Selain tantangan berat berupa try out - try out dari lembaga bimbel dan kampus juga tugas yang menumpuk banyaknya, kadang kendala juga dateng dari anak-anak Red Jackets itu sendiri. Suka adaaaa aja waktu yang nggak pas tiap kali mau wawancara atau take shoot. But finally! Here we are. Dengan segala keluh kesah, gundah gulana, jungkir balik, dan semacamnya, kita berhasil membuat sebuah mahakarya hebat yang mudah-mudahan bakal diingat terus sepanjang masa.
Well, penasaran sama filmnya? Yuk, langsung klik play pada video dibawah ini. Please enjoy!